Jerman vs Itali : Regenerasi vs Pola Penyerang

3681685d5a9668eeffa836e4001d6656_germany-vs-italy-euro-2012

Semifinal Jerman dan Itali akan berlangsung pada Jumat 29 Juni 2012 pukul 01.45 WIB mulai kick off yang disiarkan langsung oleh RCTI. Pertandingan ini sangat dinanti karena beberapa hal berikut :

  • Liga Itali dan Jerman menjadi pusat liputan TV olahraga dan berita ke seantero dunia, bahkan diliput melalui media lain seperti majalah, koran, internet, sosial media dan lain s bagainya. Dengan demikian perkembangan, isu dan pertandingan diantara kedua negara besar sepak bola ini sungguh menarik untuk penonton dunia.
  • Italia telah memenagkan Piala Dunia 4 kali (1934, 1938, 1982, 2006 ) dan Jerman 3 kali (1954, 1974, 1990), di lain pihak di Zona Euro Italia menang 1 kali 1968 dan Jerman 3 kali (1972, 1980, 1996). Jadi untuk Piala Eropa Itali telah menunggu 44 tahun sedangkan Jerman menunggu 18 tahun untuk menggondol team kesebelasan bola terbaik di tahun 2012 ini.
  • Untuk kondisi 4 tahun terakhir Itali di Euro 2008 hanya sampai perempat final dan di Piala Dunia 2010 tertahan di group, sedangkan Jerman Euro 2008 adalah Runner Up dikalahkan Spanyol dan di Piala Dunia 2010 menduduki Juara ke-3 lagi-lagi dilakahkan oleh Spanyol.

Pertandingan seru yang ditunggu-tunggu banyak pihak berdasarkan statistik kedua negara dalam meraih tropi baik tingkat Piala Dunia dan Euro. Berikut pertimbangan dan analisa sederhana yang sedikit memperikan pertandingan semi final tersebut akan berlangsung.

Italia mulai Pola menyerang

Italia cukup lama dikenal dengan pola grendel, dalam arti semua pemain berada di daerah pertahanan sendiri, dengan demikian pihak lawan akan berada di daerah Italia. Ada kekosongan di daerah lawan, sehingga pada saat yang tepat dilakukan serangan balik. Inilah yang sering menjadi ciri Italia untuk jangka panjang.  Sudah menjadi rahasia umum, kiper dan back (pemain bertahan) dari Italia dikenal cukup mumpuni di dunia.

Kiper Italia Gianluigi Buffon, pemain Juventus juara liga Italia 2011/2012 ini berhasil menjadi penyelamat di perempat final. Kiper yang juga kapten Tim Nas ini meski umurnya  sudah 34,  sangat membantu dalam mengalahkan Inggris 4 : 2 ketika pemenang ditentukan dengan tendangan pinalti  karena pengalamannya dan ketenangannya. Saya ingat Dino Zoff salah satu legenda kiper Italia yang ikut membantu Italia menjadi Juara Piala Dunia menjadi palang terakhir gawang Italia sampai umur 40 tahun.

Untuk back dikumpulkan dari dalam negeri seperti  Christian Maggio ( 30 thn Napoli) Giorgio Chiellini (27 Juventus), Andrea Barzagli (31 Juventus), Leonardo Bonucci ( 25 Juventus), Angelo Ogbonna (24  Torino), Federico Balzaretti ( 30 Palermo) dan Ignazio Abate ( 25  Milan).

Saat ini Italia sudah berbeda, karena  pola menyerang sudah mulai diterapkan di team Italia. Pemain gelandang sebagian besar dikumpulkan dari klub internal Italia diantaranya Thiago Motta ( 29 Paris Saint-Germain -Klub Perancis), Daniele De Rossi  (28  Roma),  Riccardo Montolivo ( 27  Milan) dan Andrea Pirlo (33  Juventus).

Sedangkan Striker sebagian besar juga dari klub Italia yaitu Mario Balotelli (21 Manchester City), Antonio Cassano ( 29 Milan), Antonio Di Natale ( 34 Udinese), Fabio Borini ( 21 Roma), dan  Sebastian Giovinco ( 25 Juventus).

Secara umum pemain Italia merupakan gabungan pemain matang berumur 25 -27 tahun  dan pemain yang berpengalaman umur 30 – 34 tahun.

Italia sat ini sedang dalam posisi haus gelar, sejak menang dalam Piala Dunia 2006 8 tahun yang lalu dan Juara Piala Eropa 1968 atau 44 ahun lalu.

Kehebatan Italia nampaknya perlu konsistensi sejak menang dalam pertandingan persahabatan 2 :1 dengan  Spanyol tahun lalu, pernah kalah Uruguay, Amerika dan Rusia, meski dalam 10 pertandingan lain seri dan menang. Terakhir menang adu penalti 4 : 2 dari Inggris di perempat final Piala Euro 2012.

Regenerasi Jerman

Begitu mendengar team Jerman saat ini ada 2 hal yang terlintas yaitu serangan kilatnya dan regenerasi teamnya saat ini baik sudah pernah diturunkan pada Euro 2008 menjadi Runner Up dan Piala dunia 2010 menjadi juara ke-3.

Joachim Löw sang pelatih merupakan arsitek perubahan ini setelah era Michael Ballack dan Oliver Khan. Secara rata-rata umur pemain Jerman  termuda di Euro 2012 ini, perkiraan saya sekitar 23 – 25 tahun.  Kaptennya Philipp Lahm (28 thn) hanya bisa dikalhkan sama Tim Wiese (30 tahun) dan Mir0slav Klose (34 tahun). Regenerasi ini telah menunjukkan kemajuan dalam Euro 2008 dan Piala Dunia 2010. Saat yang tepat pada euro 2012 ini winning team tidak hanya semifinalis dan finalis yang menjadi kebiasaan Tim Nas Jerman  tetapi dapat merebut Juara Euro 2012.

Jerman saat ini sangat tajam karena striker (penyerang) dan gelandang mempunyai amunisi yang sangat banyak dan bisa saling menggantikan terutama dalam mendukung penyerang untuk terjadinya gol, bahkan kemampuannya setara. Berikut penyerang  yang direkrut di tim nas yaitu :  Miroslav Klose (34 thn Lazio) Mario Gómez (26 Bayern Munich). Sedangkan gelandangnya yaitu : Mario Götze (20 Borussia Dortmund), İlkay Gündoğan (21 Borussia Dortmund), Sami Khedira (25 Real Madrid), Mesut Özil(23  Real Madrid), Thomas Müller (22  Bayern Munich), Bastian Schweinsteiger ( 27 Bayern Munich), Toni Kroos (22 Bayern Munich), Lars Bender (23  Bayer Leverkusen), André Schürrle ( 21 Bayer Leverkusen), Marco Reus (23 Borussia Mönchengladbach) dan Lukas Podolski ( 27  FC Köln).

Sedangkan untuk back atau pemain bertahan direkrut sebagai berikut : Marcel Schmelzer (24 Borussia Dortmund), Mats Hummels ( 23 Borussia Dortmund), Holger Badstuber ( 23 Bayern Munich), Philipp Lahm (28 Bayern Munich), Per Mertesacker (27 Arsenal) dan Jérôme Boateng (23 Bayern Munich).

Sedangkan untuk kiper sering dipercayakan pada Manuel Neuer (26  Bayern Munich).

Pengalaman dg pola menyerang vs Regenerasi yang  gesit dan Tajam

Nampak dari profil kedua team nasional di atas akan terjadi peperangan dan pertandingan kemampuan dalam hal yang saling kontras di satu sisi pemain Italia yang berpengalaman karena umurnya yang mulai mentraansformasi dari poal grendel ke pola menyerang. Di sisi lain team nasional Jerman yang muda -muda setelah dilakukan regenerasi sejak 2008 menjadikan permainannya gesit dan tajam.

Peertandingan ini akan sangat menarik, secara matematis dan analisa sederhana jika dalam babak pertama Jerman bisa  memberikan tekanan dan lebih menyerang untuk mendapatkan gol yang cukup banyak Jerman akan mendominasi dan menang. Namun demikian jika Jerman dibuat frustasi dengan pola bertahan dan menghabiskan tenaga maka Italia akan memungkinkan menang.

Namun anehnya ternyata dalam beberapa pertandingan terakhir kedua kesebelasan Italia relatif lebih  sering menang daripada Jerman.

Pertandingan menarik, mari melihatnya dengan harap harap cemas siapa yang menang ?


Pos ini dipublikasikan di sepak bola, Ukrania. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s