Numpang, Kost, Sewa Rumah, Cicil Rumah SSS, Menyewakan Kost-an atau Menyewakan Rumah

Judul di atas sebenarnya ejekan buat diri saya sendiri. Awalnya saya numpang, pernah kost dan saat ini cicil rumah meski SSS (Sederhana Sangat Sempit). He he yang penting sadar dan mulai memperbaiki pola pikir daripada terlambat sama sekali. Dalam konteks tulisan ini saya hanya membahas soal pemsaukan dan pengeluaran untuk masing-masing hal tanpa bermaksud menyinggung siapapun.

Ini hanyalah suatu cara mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan. Hidup lebih baik adalah suatu proses, kemandirian bahkan memberikan pendapatan kepada orang lain adalah proses. Namun ada dua hal proses tersebut cepat – lambat atau dihadapi-dihindari. Dahulu saya mencari jalan lambat dan dhindari, tetapi sekarang saya berkomitmen untuk mengambil jalan cepat tetapi tepat dan dihadi dengan smat.

Numpang

Pemasukan : banyak teman dan sudara, hubungan baik adalah kunci untuk bisa numpang atau ya muka tebal karena kasihan. Tetapi lain lho kalau numpang karena si pemilik rumah mengharapkan tinggal untuk alasan tertentu misalnya saja alasan untuk mempunyai teman karena sudah tidak ada/ tidak banyak mempunyai keluarga.

Pengeluaran : Muka tebal ataupun kalau memang diminta tinggal, tetap perlu waktu dan menjaga hubungan dalam arti tetap ada usaha bahwa numpang itu tetap win-win solution bukan win-lose solution.

Kost

Pemasukan : Mempunyai lingkup teman kost yang ddalam jangka panjang bisa dijadikan sahabat. Alumni kost-an tempat tertentu tentu punya akenangan tersendiri sehingga sejauh mana hubungan jangka panjang tergantung kualitas hubungan yang pernah digapai.

Pengeluaran : Biaya kost-an bervariasi, saat tulisan ini ditulis berkisar antara Rp. 50 ribu sd Rp. 2,5 juta per bulan tergantung lokasi di daerah atau di kota besar. Selain itu beberapa tempat kost tidak menyediakan dapur dan air hangat sehingga ada tambahan untuk pengeluaran makan dan minum.

Sewa Rumah

Pemasukan : Banyak teman dan membina cara berorganisasi mulai dari lingkup kecil.

Pengeluaran : Biasanya relatif lebih kecil dari kost-an, namun jangka waktu pembayaran biasanya tahunan. Biaya sewa, makan dan minum biasanya dibagi dari jumlah kepala yang tinggal di rumah tersebut.

Cicil Rumah SSS

Pemasukan : Memupnyai tetangga baru sehingga bisa memmbina ‘persaudaraan”.

Pengeluaran : Selain DP (Uang muka) yang jumalh nya bervariasi (untuk harga rumah Rp. 150 jt sampai Rp. 300 juta) berkisar antara Rp. 30 juta sampau Rp. 60 an. Selain itu pembayaran cicilan tergantung bunga, bank dan lokasi bisa berkisar Rp. 1 juta sampai Rp. 5 juta per bulan.

Menyewakan Kost-an

Pemasukan : Mendapatkan teman dari yang kost dan pemasukand ari sewa kost, tergantung kamar namun berkisar antara Rp. 50 ribu sd Rp.2,5 juta per bulan tergantung kota, lokasi dan fasilitas yang diperolah yang kost.

Pengeluaran : Biaya pembuatan kost termasuk biaya beli rumah atau kalau mencicil, rumah yang di kost-an bisa berbiaya antara Rp. 150 juta sampai Rp.2 miliar tergantung lokasi, kualitas bangunan dan fasilitas yang diberikan.

Menyewakan Rumah

Pemasukan : Mendapatkan teman dan biaya sewa rumah berkisar antara Rp. 2 juta sampai Rp. 15 juta untuk harga rumah antara Rp. 150 juta sampai Rp. 300 juta.

Pengeluaran : Biaya rumah tersebut yaitu Rp. 150 juta sampai Rp. 300 juta.

Demikian sharing tentang tempat tinggal, disarankan untuk menuju ke arah pemasukan diperoleh tiap bulan daripada tiap bulan harus mengeluarkan uang. Silahkan Anda mempertimbangkan sendiri sebaiknya saat ini yang mana dan beriktunya yang mana.

Pos ini dipublikasikan di pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s