Selamat Hari Raya Idul Fitri, Maafin ya

Setiap tahun siklus puasa dan lebaran selalu berulang. Moga-moga saja tahun ini bukan sekedar ritual dan perulangan saja, namun makin memberikan arti dan nilai yang lebih dalam. Hidup pribadi menjadi makin nyaman dalam menjalin hubungan dengan pribadi sendiri, dengan sesama dengan Sang Pencipta.

Saya tidak merayakan hari raya Idul Fitri, namun orang-orang sekitar saya baik keluarga, sahabat, teman, rekan kerja dan banyak kenalan merayakannya dengan cara masing-masing yang tiap tahun bisa berganti cara, namun beberapa hal tidak terlupakan pada saat lebaran seperti tulisan di bawah ini. Tentunya selain Shalat Ied banyak hal dilakukan untuk merayakan Idul Fitri seperti berkumpul keluarga, mengunjungi kerabat dan menjalin silaturahmi lebih erat lagi.

Saling Memaafkan

Momen saling memaafkan seperti penyampaian salam Mohon Maaf Lahir Batin atau Minal Aidin Wal Faidzin akan sering diucapkan pada masa-masa ini. Sungguh suatu berkah yang sering menjadi fakta, pada masa saling memaafkan ini hubungan kekeluargaan dan kekerabatan menjadi makin erat. Saling kunjung adalah kegiatan yang sering dilakukan dan bahkan saling bertemu muka merupakan penghormatan akan bentuk hubungan yag erat tersebut.

Dengan demikian masa lebaran adalah masa liburan cukup panjang dan arus lalu lintas menjadi sangat padat di seluruh pelosok Indonesia, dari kota sampai di pedalaman. Lahir istilah Mudik atau Pulang Kampung pada masa lebaran adalah fenomena sosiologis yang sudah menjadi kebiasaan dari tahun ke tahun. Menurut saya, inti dari fenomena ini adalah membagi kebahagiaan di masa lebaran dan saling memaafkan diantara keluarga dan kerabat.

Pulang Kampung

Momen untuk berkumpul kembali dengan keluarga besar adalah keinginan setiap insan di Indonesia. Baik merantau ke tetangga daerah, ke kota metropolitan atau bahkan ke manca negara tetap tidak menggoyahkan keingian untuk pulang kampung (mudik). Dengan segala cara pulang kampung harus terlaksana jauh-jauh hari, bahkan tabungan sering disiapkan khusus untuk bisa terlaksananya kumpl dengan keluarga. Ada yang menggunakan pesawat, kapal laut, bis, kendaraan pribadi, kendaraan terbuka, motor bahkan ada yang 5 hari menempuh perjalananan mudik dengan bersepeda dari Jakarta ke Solo.

Apapun juga itu fenomena pulang kampung ini menurut saya fenomena secara serentak satu-satunya yang ada di dunia. Sungguh suatu kehilangan apabila fenomena pulang kampung hilang begitu saja. Banyak persiapan yang dilakukan sebelum pulang kampung, seperti menyiapkan uang biaya ke kampung, memilih moda transportasi yang dipergunakan, me-setting hari libur dari pekerjaan, menyiapkan uang receh, membawa oleh-oleh dan tentunya membuat agenda selama kepulangan tersebut.

Khusus untuk uang receh memang suatu fenomena juga di daerah orang tua membagikan uang raya kepada anak-anak di kampung nantinya. Dari sisi jumlah memang kecil, namun perhatian dan jalinan silaturahmi tersebut yang sebenarnya sebagai pengikat akan hubungan antar pribadi. Di banyak tempat menyediakan tempat untuk menukar receh seperti pasar, bank, dan bahkan Bank Indonesia bekerja sama dengan pihak lain menyediakan waktu untuk penukaran uang receh tersebut di tempat yang telah ditentukan.

Selama lebaran tersebut tentunya di kampung silaturahmi ke keluarga-keluarga di kampung dan tetangga-tetangga yang dikelan dengan ‘halal bi-halal’ dilakukan dengan cukup intens. Sehubungan waktu yang dibutuhkan untuk halal bi-halal dan pulang kampung ini, pemerintah Indonesia telah memfasilitasi dengan menyediakan libur nasional yang panjang dan bahkan infrastruktur seperti moda transportasi, jalan dan telekomunikasi disiapkan jauh-jauh hari agar pulang mudik menjadi menyenangkan semua pihak.

Makanan Lebaran

Makanan pada masa lebaran tentunya akan berlimpah ruah. Di seluruh meja tamu keluarga dan bahkan di meja makan akan tersedia berbagai macam hidangan. Tentunya ada kue-kue, ketupat dengan lauk pauknya dan minuman yang beraneka warna dan rasa. Suasana lebaran yang menggembirakan dan ajang silaturahmi yang membahagiakans emua pihak ini serta ditunjang dengan makanan ada di mana-mana membuat suasana lebaran menjadi sangat berkesan.

Banyaknya biaya yang dikeluarkan selain untuk transportasi dan penyediaan makanan selama lebaran telah pula didukung dengan himbauan pemerintah untuk memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) sehingga semua keluarga di Indonesia merayakan lebaran dengan bersuka cita.

Secara nasional, makanan khas selama lebaran yaitu ketupat. Wah saya sangat senang juga bisa merasakan ketupat di masa lebaran. Untuk daerah-daerah tertentu ada kekhasan khusus makan yang hanya tersedia di masa lebaran.

Berwisata

Selain makanan lebaran, baju baru, dan bersilaturahmi, masa kini mulai bergairah dengan berwisata setelah silaturahmi di masa lebaran terlaksana. Tempat-tempat wisata jauh-jauh hari menyediakan agenda khusus pada masa lebaran ini. Tempat-tempat wisata menjadi padat dikunjungi di seluruh pelosok daerah. Jika Anda tidak percaya silahkan datang sendiri tempat wisata terdekat atau melihat pelaporannya dari media masa seperti televisi, koran dan internet.

Memang masa lebaran adalah masa yang membahagiakan semua pihak di Indonesia ini. Masa-masa ini membuat senyum ada di mana-mana. Keramahan, sapaan dan kekerabatan menjadi sungguh mempesona. Wah kalau sepanjang tahun Indonesia dalam suasana semacam ini tentunya Indonesia akan menjadi negara yang menyenangkan buat banyak pihak. hari biasa saja Indonesia sudah menjadi daya tarik bagaimana jika suasana silaturahmi yang erat selalu ada diantara tiap insan di negeri ini.

Jejaring Sosial Lebaran

Kaki cuma dua, tangan cuma dua dan badan hanya satu. Sedangkan keluarga dan teman berpencar di berbagai kota dan bahkan negara. Media yang paling tepat untuk bersilaturahmi adalah media jejaring sosial lebaran dan alat komunikasi. Bertelepon atau ber-sms mengucapkan Mohon Maaf Lahir batin adalah cara bersilaturahmi yang dari dulu sampai sekarang masih tetap dijalankan dan media yang efektif menyampaikan halal bi-halal lebih banyak ke banyak pihak lagi baik keluarga maupun kerabat di berbagai tempat.

Dengan kemajuan jaman, jejaring sosial seperti facebook, twitter, BBM (Blacberry Messanger), blog, group dan media lainnya akan menjadi alternatif baru dalam menyampaikan salam dan berhalal bihalal di masa lebaran ini. Sungguh teman dan keluarga menjadi semakin dekat. Jarak tidak memisahkan namun hati yang dekat ini dengan komunikasi yang makin mudah akan makin dekat lagi.

Lebaran atau Idul Fitri yang sungguh mengesankan adalah dambaan semua insan. Mari kita saling bersilaturahmi dan saling memaafkan dalam lebaran kali ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri, maafin ya.

Salam


Pos ini dipublikasikan di diary, indonesia. Tandai permalink.

10 Balasan ke Selamat Hari Raya Idul Fitri, Maafin ya

  1. lischantik berkata:

    tulisan yang menarik

  2. wahyubramastyo berkata:

    iya bener banget Mas–thx tulisanya, so inspiring ^_^ salam kenal

  3. ibprabowo berkata:

    @lischantik thx
    @wahyubramastyo salam kenal jg
    Anda bisa menulis hal2 yg lebih baik jika menulis dari hati
    salam

  4. igasbujang berkata:

    ingatlah bersyukur sebelum tersungkur..hehe
    bersyukur itu juga ibadah.hehehe menurutq

  5. Endi Biaro berkata:

    Salah satu internet sehat adalah bersilaturahmi. Salam…

  6. igasbujang berkata:

    setuju…hheee , tak perlu saling menghina,.. karana blm tentu yg dihina lebih baik dari yang menghina.hehe

  7. ibprabowo berkata:

    @husin betul pak
    @infokomputerinternet saling dukung ya
    @botwnnix yang menghasilkan uang setuju pak
    @Kang Yudhie salam kenal, iya udah mampir kok
    @Endi Biaro salam
    @igasbujang betul belum tentu lebih baik tak baiklah saling menghina

    terima kasih tanggapan teman2 sesama blogdetik-ker

  8. yapi berkata:

    Seharusnya Ketua Umum PSSI sebagai seorang pemimpin Sepak Bola di Tanah air bisa mencontoh Tokoh Besar Dunia yakni Muhammad SAW. Silahkan lihat di yapi.blogdetik.com

  9. goesone berkata:

    Nurdin dan Gayus,…..ehm,..nama yang mungkin akan menjadi tend untuk bayi2 yang lahir di 2011,..indah dan penuh arti…semoga yang bayinya bernama nurdin dan gayus bisa kaya dan menjadi pemimpin abadi hehehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s