Bea Cukai Salah Satu Pilar Pembangunan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat

Bea & Cukai

Arus barang keluar masuk negara suka tidak suka, mau tidak mau melewati dinas pemerintah bidang bea dan cukai. Sehubungan bea dan cukai ada dalam sisi pendapatan maka penjagaan dan peningkatan pendapatan merupakan tantangan yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Pemasukan dari bea dan cukai merupakan hak negara maka harus dijaga dan ditingkatkan sesusai peraturan perundangan. Sebaliknya tiap warga negara yang membawa bawang masuk atau keluar harus melalui dinas bea dan cukai untuk memenuhi peraturan yang berlaku.

Dalam pendapatan dan pengeluaran laporan negara, sisi pendapatan patut ditingkatkan, sedangkan sisi pengeluaran dikelola secara bijak dan sesuai blue print pemerintahan jangka panjang bangsa. Sisi pendapatan selain hasil ekspor produksi nasional dan pajak maka pendapatan dari bea cukai patut perlu selalu dijaga kesinambungan dan pertumbuhannya.

Secara hukum hak pemerintah untuk mendapatkan bea dan cukai sesuai yang digariskan peraturan yang berlaku perlu tetap dipertahankan. Jangan sampai ada penghindaran atau pengenaan bea da cukai yang lebih kecil, karena hal ini merupakan lahan untuk terjadinya korupsi. Dari sisi penduduk adalah suatu kewajiban untuk barang terntentu untuk membayar bea dan cukai sesuai ketentu yang berlaku. Penghindaran atau pembayaran yang lebih kecil adalah suatu tindakan yang melawan hukum. Semua penduduk mempunayi kedudukan yang sama di depan hukum. Warga negara, petugas bea dan cukai, pengawas dan pembuat peraturan dalam bidang bea dan cukai patut mematuhui segala mekanisme dan peraturan yang berlaku. Kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi.

Dunia dalam perkembangan yang dinamis termasuk dalam bidan bea dan cukai. Dengan dibantu perkembangan teknologi dan terutama perkembangan teknologi informasi, pengaturan dan pengawasan pendapatan dari bea dan cukai dapat dilakukan lebih mudah, ringkas, murah, transparan dan efisien. Mekanisme inilah yang membuat secara bersama- sama bea dan cukai lintas negara membuat standarisasi Harmonized System yang bertujuan untuk alat yang multi guna (multi purpose tool) sehingga ada kesamaan dalam cara pengenaan dan proses mekanismenya. Perihal besarannya pengenaannya diserahkan pada masing-masing negara yeng mengaturnya sesuai perundangan yang berlaku di negara tersebut. Selanjutnya, perbandingan dapat dilakukan secara “apple to apple ” (hal yang dapat diperbandingkan lebih mudah).

Secara lebih ringkas dengan adanya komunikasi dan harmonisasi administrasi di bea cuka (customs) seluruh dunia membuat lebih mudahnya pelaksanaan dan pengawasan. Jika ada multi tafsir atau multi prosedur, hal ini dapat dijadikan celah untuk korupsi dan atau penyalahgunaan oknum-oknum dari bea dan cukai. Baik yang bisa disalah gunakan oleh pengguna (eksportir dan importir) maupun oknum petugas dari bea dan cukai.

Pelaksanaan bea dan cukai harusnya diterapkan bukan hanya di satu pintu, namun di banyak pintu di seluruh Indonesia secara harmonis dan setara (Harmonized System dengan multi purpose tool). Dengan demikian di masa depan bukan suatu kemustahilan jika potensi daerah berkembang maka pendapatan akan diperoleh bukan hanya di Jakarta dan Surabaya sebagai gerbang eksportir, bahkan di Nusa Tenggara Timur pun penggalian potensi dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Pembangunan Bangsa

Bea dan Cukai berkaitan dengan pembangunan bangsa adalah mengamankan pendapatan negara secara efisien, efektif dan transparan agar kewajiban warga negara untuk membayar bea dan cukai dapat sesuai mekanisme dan besaran yang bersesuaian dengan peraturan yang berlaku. Petugas bea dan cukai dapat melaksanakan tugasnya dan mengawasi mekanisme dan besaran ini sesuai peraturan juga, sebab pendapatannya sudah didapatkan sesuai gaji / pendapatan yang diperolehnya dari negara bukan dari “tlusap tlusup’ karena ada warga negara yang ingin menghindar atau mengurangi atas kewajiban pembayaran bea dan cukai.

Kebersamaan dalam mematuhi peraturan dari pusat ke daerah, baik untuk semua warga negara maupun petugas akan lebih meningkatkan pendapatan negara secara keseluruhan. Potensi daerah yang akan digali tidak akan mempunyai harga / biaya yang mahal karena proses administrasi yang membebani. Dengan demikian harga atau biaya yang rendah tersebut dapat menjadikan nilai tambah harga yang kompetitif produk domestik dengan produk dan atau jasa dari negara lain. Lagi-lagi akan memberikan kontribusi yang signifikan pada pendapatan nasional.

Pertumbuhan pembangunan yang saat ini berkisar 5,7% (kuartal pertama 2010) akan bisa ditingkatkan. Bahkan jika saling bahu membahu tiap warga negara dan penyelenggara negara dengan mengetahui dan melaksanakan hak dan kewajibannya serta mau mematuhi secara disiplin, maka pertumbuhan 7 -8 % atau lebih akan bisa digapai.

Secara tidak langsung dan dalam jangka panjang tentunya akan mensejahterakan masyarakat secara keseluruhan, baik di tingkat pusat dan daerah, kaya dan miskin. Bahkan penyediaan pangan akan murah, sandang akan terjangkau masyarakat dan papan akan dapat dinikmati semua golongan masyarkat. Pekerjaan dan pendapatan tiap warga negara akan lebih mudah diperoleh. Dalam jangka panjang kesehatan dan pendidikan untuk mendongkrak kesejahteraan jangka panjang dapat ditingkatkan lebih tinggi lagi.

Dengan kondisi seperti itu, banyaknya penduduk Indonesia yang berpenduduk lebih dari 237 juta jiwa (nomor 4 sedunia) bukan suatu kendala yang berarti. Semuanya dimulai dari transparansi pelaksanaan dan pengawasan tiap bidang, baik dari tiap warga negara dan penyelenggara negara. Termasuk diantaranya pelaksanaan dalam bidang bea dan cukai. Jika perlu, seluruh mekanisme dan tarif dapat diakses dan diawasi masyarakat secara luas dengan jaringan internet yang sudah meluas dan didalami sampai ke pelosok tanah air.

Secara tidak langsung, pelaksanaan ini akan meningkatkan pembangunan bangsa jangka panjang.

Perlindungan Masyarakat

Bea dan Cukai dalam hubungannya dengan perlindungan masyarakat diantaranya dalam hal menjaga harga ekspor tetap rendah, mencegah barang-barang dari luar yang berbahaya serta perlindungan dalam memberikan kepastian hukum secara transparan yang berlaku buat seluruh warga negara.

Efesiensi, efektifitas dan transparansi bea dan cukai akan menurunkan biaya atas barang yang diekspor. Seperti dijelaskan di atas, hal ini membuat barang nasional mempunyai nilai tambah yang tinggi sehingga kompetitif terhadap produksi barang dari negara lain. Jadi bea dan cukai menjaga biaya tetap rendah dalam sisi barang yang akan diekspor karena tidak ada tambahan biaya selain ayng diwajibkan peraturan. Untuk barang yang diimpor, pembebanan bea dan cukai sesuai peraturan yang berlaku, sehingga tidak akan tambahan biaya di luar peraturan. Hal ini akan menjadikan bangsa Indoensia mempunyai daya beli yang kuat dan menjaga inflasi tetap rendah. Karena jika sebaliknya, adanya biaya administrasi barang masuk besar, daya beli masyarakat akan relatif lemah dan harga barang naik sehingga membebani inflasi. Secara jangka panjang biaya barang ekspor yang murah serta impor yang murah dapat meningkatkan daya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bea dan cukai dapat pula mengawasi barang-barang berbahaya masuk ke wilayah Indonesia, seperti narkotika, obat-obatan dan barang selundupan. Sudah jelas ini akan melindungi masyarakat dari bahaya langsung atau bahaya laten jangka panjang. Contohnya dengan pencegahan narkotika masuk ke dalam wilayah Indonesia membuat generasi muda terhindari dari madesu (masa depan suram). Narkotika membuat generasi muda tidak berkembang, tidak produktif, tidak inovatif, tidak berkembang dan menjauh dari pendidikan yang prospektif. Jadi jelas peran bea dan cukai sangat penting dalam melindungi generasi muda berkaitan dengan pencegahan masuk narkotika termasuk memproses pelakunya sesuai peraturan perundangan yang berlaku, bekerja sama dengan pihak penegak hukum seperti yang disyaratkan peraturan perundangan.

Dengan demikian, secara langsung atau tidak langsung bea dan cukai berperan dalam melindungi masyarakat secara keseluruhan. Bea dan cukai perlu ada di seluruh pelosok Indonesia paling tidak sampai daerah-daerah perbatasan atau daerah-daerah yang memungkinkan arus barang keluar dan masuk wilayah nasional dari arus lalu lintas barang internasional.

Pilar dan Perkembangan ke Depan

Sudah jelas berdasarkan penjelasan di atas, bea dan cukai berperan dalam pembangunan bangsa dan memberikan perlindungan pada masyarakat. Kita perlu apresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya buat korps (penyelenggara negara) dari bea dan cukai. Maju terus dan mari bangun bangsa Idnonesia ini, agar tumpahan darah para pejuang kemerdekaan dalam merebut kemerdekaan ini tidak sia-sia. Mari isi pembangunan setelah 65 tahun kemerdekaan ini dengan bahu membahu sesuai tugas dan kewajiban masing-masing dan sesuai dengan peraturan perundang-undang ynag berlaku untuk tetap meningkatkan kesejahtaraan seluruh rakyat Indonesia dan perkembangan pembangunan Indonesia dalam jangka panjang.

Salam, Indonesia Tanah Air Beta tetap Jaya.

Pos ini dipublikasikan di indonesia. Tandai permalink.

10 Balasan ke Bea Cukai Salah Satu Pilar Pembangunan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat

  1. cykleem berkata:

    facebook w gk bs di gunain napa ya bro..? tp enakn ngblog aja !

  2. frazi berkata:

    IT Indonesia lumayan baik namun di FB kadang cuma banyak canda doang?????????????

  3. bisot berkata:

    selamat, sudah memenangkan lomba di http://flobamora.org/

  4. ibprabowo berkata:

    terima kasih ..saya sendiri kaget bisa menang

  5. bisot berkata:

    mas sehubungan dgn lomba blog flobamora, tolong alamat pengiriman hadiah dan nomor rekening di kirim via email ke tuteh.pharmantara@gmail.com

    terimakasih

  6. ibprabowo berkata:

    terima kasih panitia dan sukses untuk lomba ini dan event2 berikutnya, saya jawab dari email saya bowox9@gmail.com

  7. ibprabowo berkata:

    @husin betul pak
    @infokomputerinternet saling dukung ya
    @botwnnix yang menghasilkan uang setuju pak
    @Kang Yudhie salam kenal, iya udah mampir kok
    @Endi Biaro salam
    @igasbujang betul belum tentu lebih baik tak baiklah saling menghina

    terima kasih tanggapan teman2 sesama blogdetik-ker

  8. yapi berkata:

    Seharusnya Ketua Umum PSSI sebagai seorang pemimpin Sepak Bola di Tanah air bisa mencontoh Tokoh Besar Dunia yakni Muhammad SAW. Silahkan lihat di yapi.blogdetik.com

  9. goesone berkata:

    Nurdin dan Gayus,…..ehm,..nama yang mungkin akan menjadi tend untuk bayi2 yang lahir di 2011,..indah dan penuh arti…semoga yang bayinya bernama nurdin dan gayus bisa kaya dan menjadi pemimpin abadi hehehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s